Persaingan Sengit Voli Asia: Pembagian Grup dan Agenda AVC Cup 2026

Dua Turnamen, Satu Gairah yang Sama: Merebut Takhta Voli Asia Asian Volleyball Confederation (AVC) menghadirkan dua turnamen besar dalam waktu berdekatan, yang sama-sama menyuguhkan persaingan sengit. mynex. Kejuaraan AVC Women's Cup 2026 dan Kejuaraan AVC Men's Cup 2026 menjadi panggung bagi dua belas wakil terbaik Asia dalam memperebutkan takhta juara Asia. Setiap pertandingan memiliki arti penting. Setiap poin memiliki dampak besar. Kompetisi Putri Menjadi Pembuka Kompetisi AVC Women's Cup 2026 digelar mulai 6 hingga 14 Juni bertempat di Candon City Arena, Ilocos Sur, Filipina. Total dua belas negara dibagi menjadi dua grup. Pool A ditempati Filipina, Korea Selatan, Australia, Chinese Taipei, Kirgistan, dan Uzbekistan. Sementara itu, Grup B diisi Indonesia, Vietnam, Kazakhstan, Iran, Hong Kong, dan Lebanon. Vietnam datang sebagai juara bertahan. Grup B pun disebut grup paling berat. Tim Merah Putih langsung menghadapi tantangan berat. Perjuangan Tim Merah Putih Indonesia membuka fase grup melawan Iran, yang dikenal sebagai salah satu kekuatan Asia Tengah. Berikutnya, Tim Merah Putih menghadapi Kazakhstan. Meskipun persaingan berlangsung ketat, Indonesia berhasil menutup fase grup melalui kemenangan telak 3-0 atas Lebanon. Skor pertandingan adalah 25-20, 25-13, dan 25-9. Hasil tersebut membawa Indonesia finis di peringkat ketiga Grup B. Kemudian, Tim Merah Putih bertemu Australia yang finis di posisi ketiga Pool A dalam perebutan posisi kelima pada 14 Juni. Meski bukan final, pertandingan ini tetap berarti, terutama bagi perkembangan pemain muda. Persaingan Berlanjut ke Sektor Putra Usai kompetisi putri, AVC Men's Cup 2026 mulai digelar pada 20-28 Juni di Ahmedabad, India. Sistem pertandingan masih serupa, tetapi dengan tantangan berbeda. Sebanyak 12 tim putra terbaik Asia terbagi ke dalam Pool A dan Pool B. Tim peserta terdiri atas Indonesia, India, Korea Selatan, Australia, Thailand, Chinese Taipei, Bahrain, Kazakhstan, Selandia Baru, Oman, Pakistan, dan Qatar. Sesuai hasil pengundian, Pool A dihuni India, Australia, Bahrain, Chinese Taipei, Kazakhstan, dan Selandia Baru. Sementara itu, Pool B mempertemukan Qatar, Korea Selatan, Indonesia, Thailand, Oman, dan Pakistan. Laga Perdana Penuh Tantangan Hari pertama kompetisi menyajikan duel Qatar vs Oman, Bahrain kontra Chinese Taipei, Korea Selatan melawan Thailand, serta India menghadapi Selandia Baru. Esok harinya, Indonesia menjalani laga berat menghadapi Korea Selatan. Di pertandingan lainnya, Australia bertemu Chinese Taipei, sementara Qatar melawan Thailand. Laga pembuka Indonesia langsung menghadirkan lawan berat. Tidak ada waktu untuk beradaptasi. Di samping kekuatan lawan, jadwal yang padat membuat setiap pelatih harus cermat mengatur rotasi pemain. Rotasi pemain menjadi salah satu kunci sukses sepanjang turnamen.